Apakah Cinta itu?

c

 

 

 

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.
Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal – iman, keberanian, dan pengharapan – penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Published in: on October 26, 2009 at 7:21 am  Leave a Comment  

11 CARA MUDAH UNTUK HIDUP SEHAT

1. Gunakan telinga kiri untuk berbicara di telepon
2. Jangan minum kopi lebih dari satu kali sehari
3. Jangan Minum Pil (obat) dengan air dingin
4. Jangan makan dengan porsi besar diatas jam 6 sore
5. Kurangi porsi minum teh yang anda lakukan setiap hari
6. Kurangi minyak-minyakan yang anda konsumsi
7. Minum banyak air putih di pagi hari dan kurangi di
malam hari
8. Jangan menggunakan handphone ketika di-charging
9. Jangan gunakan Headphone/earphone dalam jangka
waktu yang lama
10. Waktu terbaik untuk tidur adalah mulai pukul 10
malam sampai pukul 5 pagi
11. Jangan langsung tidur setelah minum obat
12. Ketika batere handphone anda sudah terlihat digrid
terakhir, usahakan jangan lagi menggunakan untuk
menelpon, karena radiasi yang lebih besar.

COBALAH UNTUK HIDUP SEHAT MULAI DARI SEKARANG!!!

Published in: on October 26, 2009 at 7:02 am  Leave a Comment  

10 Kiat agar dapat sabar

Ketika sabar diperintahkan Allah kepada kita semua, maka Diapun adakan sebab-sebab yang membantu dan memudahkan seseorang untuk sabar. Demikian juga tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali membantu dan mengadakan sebab-sebab yang memudahkan dan membantu pelaksanaannya sebagaimana Ia tidak mentaqdirkan adanya penyakit kecuali menetapkan obatnya.

Sabar walaupun sulit dan tidak disukai jiwa, apalagi bila disebabkan kelakuan dan tindakan orang lain. Akan tetapi kesabaran harus ada dan diwujudkan. Ada beberapa kiat yang dapat membantu kita dalam bersabar dengan ketiga jenisnya, diantaranya:

  1. Mengetahui tabiat kehidupan dunia dan kesulitan dan kesusahan yang ada disana, sebab manusia memang diciptakan berada dalam susah payah, sebagaimana firman Allah: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS. 90:4)
  2. Beriman bahwa dunia seluruhnya adalah milik Allah dan Dia memberinya kepada orang yang Dia sukai dan menahannya dari orang yang disukaiNya juga.
  3. Mengetahui besarnya balasan dan pahala atas kesabaran tersebut. Diantaranya:
    • Mendapatkan pertolongan Allah, sebagaimana firmanNya: Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. 2:249)
    • Mendapatkan sholawat, rahmat dan petunjuk Allah, sebagaimana firmanNya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:”Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 2:155-157)
    • Sabar adalah kunci kesuksesan seorang hamba, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firmanNya: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS. 3:200).
  4. Yakin dan percaya akan mendapatkan pemecahan dan kemudahan sebab Allah telah menjadikan dua kemudahan dalam satu kesulitan sebagai rahmat dariNya. Inilah yang difirmankan Allah: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. 94:5-6)
  5. Memohon pertolongan kepada Allah dan berlindung kepadaNya, karena Allah satu-satunya yang dapat memberikan kemudahan dan kesabaran.
  6. Beriman kepada ketetapan dan takdir Allah dengan meyakini semuanya yang terjadi sudah merupakan suratan takdir. Sehingga dapat bersabar menghadapi musibah yang ada.
  7. Ikhlas dan mengharapkan keridhoan Allah dalam bersabar. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya: Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Rabbnya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rejeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (QS.Al Ra’d 13:22)
  8. Mengetahui kebaikan dan manfaat yang ada dalam perintah dan keburukan yang ada dalam larangan. Ibnul Qayyim menyatakan: Apabila seorang mengetahui kebaikan yang ada pada amalan yang diperintahkan dan akibat buruk dan kejelekan yang ada pada amalan yang dilarang sebagaimana mestinya. Kemudian ditambah dengan tekad kuat dan motivasi tinggi serta harga diri maka insya Allah akan dapat bersabar dan semua kesulitan dan kesusahan menjadi mudah baginya.
  9. Menguatkan factor pendukung agama dalam setiap kali menghadapi perintah, larangan dan musibah yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan empat perkara:
    • Mengagungkan Allah yang maha mendengar dan meilhat. Seorang yang senantiasa ada di hartinya pengagungan terhadap Allah, tentunya dapat bersabar dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Bagaimana Dzat yang maha agung dimaksiati padahal Dia maha melihat dan mendengar?
    • Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, sehingga ia melaksanakan perintah dan meninggalkan kemaksiatan karen mencintai Allah. Demikian juga akan bersabar atas ujian kekasihnya. Hal ini disebabkan orang yang mencintai tentu akan menaati kekasihnya dan tidak ingin dimurkai serta dapat menahan diri atas semua ujian yang diberikan kepadanya.
    • Menampakkan dan mengingat nikmat dan kebaikan Allah, sebab orang yang mulia tidak akan membalas kebaikan orang lain dengan kejelekan. Oleh karena itu mengingat nikmat dan karunia Allah dapat mencegah seseorang dari bermaksiat karena malu denganNya dan memotivasi melaksanakan perintahNya serta merasa semua musibah yang menimpanya merupakan kebaikan yang Allah karuniakan kepadanya.
    • Mengingat kemarahan, kemurkaan dan balasan Allah, karena Allah akan marah bila hambaNya dan bila murka tidak ada seorangpun yang dapat menahan amarahNya. Sehingga dengan melihat sepuluh kiat dari kiat-kiat bersabar dalam tiga jenis kesabaran ini, mudah-mudahan dapat menjadikan diri kita termasuk orang-orang yang bersabar.
Published in: on October 26, 2009 at 6:48 am  Leave a Comment  

Tips Menggembirakan Hati Yang Sengsara, Makan Hati, Sedih dan Kecewa

Sebenarnya nak menghilangkan rasa sengsara, sedih dan kecewa caranya ada banyak, dan keberkesanannya terpulang pada ketahanan mental Anda, emosi Anda, kesabaran Anda. Tapi saya boleh jamin cara yang saya kongsikan ni, sebelum saya menulisnya,  telah diguna oleh kebanyakan orang dan telah ditulis oleh ramai pakar motivasi, penulis buku pembangunan diri dan mereka sendiri telah melakukannya dulu.

Untuk tips motivasi kali ini, saya kongsikan 7 tips asas menggembirakan hati yang sengsara, sedih dan kecewa serta cara untuk berdepan dengan emosi tersebut, saya gabungkan dengan cara saya sendiri. Kita mulakan dengan…

1. Latih Minda Melupakan Kenangan Pahit.
Bunyinya senang nak dibuat, tapi perlu diaplikasi berterusan. Mengaku saja Anda sering merasa sedih sebab banyak kali mengingat kenangan pahit atau selalu kembali ke memori silam yang lalu, betul tak? Kita kena cut connection feeling kita dengan emosi yang lalu.

Mulai hari ini, tekad untuk melupakan semua tu, selupa yang mungkin, kasi kosong abis! Bulatkan azam untuk memfokus kepada masa depan Anda, cita-cita Anda, keluarga, kerjaya, kewangan, keilmuan dan rakan-rakan.

Anda takkan dapat melupakan kesemua memori pahit sekaligus, tapi lakukan step by step dengan mengalihkan perhatian Anda kepada perkara lain. Proses ini mengambil masa, tapi ia boleh dipercepatkan dengan disiplin diri.

2. Buang Sikap Risau.
Ada dua kesan dari sikap risau ni, pertama ia menarik nasib tak baik, masalah dan musibah tanpa Anda pinta. Kedua, memberi kesan buruk pada kesihatan Anda dari segi fizikal dan mental. Risau membuat Anda selalu menjadi sedih dan kecewa, kekadang takut. Untuk buang sikap risau, belajar untuk bertenang dan latih diri Anda mengawal

3. Belajar Rajin Bersyukur.
Ucap syukur atas kesemua yang Anda ada, apa saja! Misalnya, ucap syukur kerana Anda masih ada 5 deria yang lengkap, Anda boleh melihat dan menarik nafas tiap kali bangun tidur (dan bukannya bangun terus sakit jantung mahpun sudah berada di ALAM KEDUA), Anda ada kawan rapat yang memahami Anda dan Anda mempunya hanphone kesayangan Anda. Ucap syukur seikhlas hati, sebanyak yang mungkin, seikhlas mungkin hingga rasa syukur tu meresap jauh ke dalam diri Anda. Buat banyak kali dalam sehari.

4. Belajar Menjadi Pemaaf.
Sikap pemaaf dapat membersihkan hati dari perasaan negatif dan emosi-emosi negatif (takut, sedih, kecewa. gusar, menyampah, marah, geram, cemburu, tak puas hati, dendam, busuk hati). Seterusnya, meneutrakan gekombang fikiran negatif yang melekat bersarang di minda Anda.

Ketahuilah, Anda selalu rasa sedih dan kecewa kerana Anda tak memaafkan kesalahan diri Anda di masa lalu ataupun Anda tak memaafkan kesalahan orang lain tehadap diri Anda satu ketika dulu, ataupun… Anda susah menerima hakikat perbuatan salah orang lain terhadap diri Anda, yang membuat Anda sedih, kecewa dan geram tahap dewa..belajar menjadi pemaaf dan menghapus semua ni lalu menarik ketenangan datang pada diri Anda.

5. Ketawa, ketawa dan terus ketawa.
Ketawa bukan dibuat-buat, tapi biar ketawa yang benar-benar menggembirakan Anda dan menjadikan Anda girang. Tonton video yang lucu, baca cerita yang lucu, dekatkan diri Anda dengan rakan-rakan yang lucu serta cari “funny side” dalam setiap situasi, agar Anda boleh ketawa secara automatik. Ketawa dapat menghilangkan sedih. Buat apa LAYAN kecewa sedangkan Anda boleh ketawa? Come on…

6. Ubah Fikiran
Kita tak boleh merubah situasi yang boleh membuat kita kecewa, sedih dan murung. Tapi, kita boleh merubah fikiran kita dan apa yang kita fikirkan tentang situasi-situasi tersebut walau seburuk manapun ia. Rahsianya, cari sinar mentari disebalik mendungnya awan. Walaupun perkara tidak berpihak kepada Anda, cari cara  bagaimana Anda boleh jumpa nilai-nilai positif di dalamnya.

Fikir yang baik-baik saja, kerana ia memberi keuntungan jangka masa panjang. Rezeki Anda murah dan segala yang baik-baik datang sendiri pada Anda. Anda menjadi apa yang Anda mahukan.

Buat apa fikir yang buruk sedangkan Anda boleh tarik semua yang baik-baik? Fikir yang buruk, Anda dapat yang buruk jawapnya. Ini hukum alam dinamakan hukum sebab dan akibat. Dalam kata yang lebih advance, itu hukum Law Of Attraction.

7. Hati Mesti ‘Keras’.
Bukan keras sembarangan, maksudnya kekerasan hati, kesabaran yang tinggi, pandai mengawal emosi dan menerima hakikat dengan hati terbuka. Allah menurunkan musibah, permasalahan dan macam-macam lagi bukan sekadar dugaan, tapi balasan pada perbuatan-perbuatan Anda di masa lalu.

Buat baik, dibalas baik, begitu juga sebaliknya. Cuba ingat balik kejahatan kecil yang Anda lakukan pada orang lain, mungkin ada walau Anda tak sedar. Itulah perlunya kita bersikap baik dan berfikir yang baik-baik pada semua orang, benda, perkara, situasi dan keadaan.

Sebelum masuk tidur, set minda untuk jadi ceria pada keesokan harinya. Lafazkan dengan nada berbisik. Relaks, jangan terlalu mendesak diri.

Selepas bangun tidur, katakan pada diri ini adalah hari yang baru untuk Anda.

Tekadkan diri untuk menjadikan hari yang baru tu hari yang baik, sungguh baik, sebaik yang mungkin dari hari yang sebelumnya.

Published in: on October 26, 2009 at 6:42 am  Leave a Comment  

Keajaiban Senyum

se

 

 


Simple and Powerful

Tersenyum, betapa mudahnya hal ini dilakukan. Hanya butuh sedetik untuk merubah bentuk bibir menjadi senyum. Dan hanya butuh tujuh detik mempertahankan sang senyum untuk terlihat sebagai ungkapan ketulusan hati.

Tetapi kenapa hal sederhana ini jarang terlihat? Wajah-wajah di jalan, di angkutan umum, di kantin, di kantor, bahkan di tempat wisata yang seharusnya menjadi kebun senyum, justru terlihat buram. Kerutan-kerutan di wajah menunjukkan betapa berat beban yang harus ditanggung wajah-wajah itu. Banyak wajah yang daerah diantara dua matanya mengkerut. Menyeramkan dan tampak garang. Duh…

Senyum itu sudah hilang dari wajah banyak orang. Entah kenapa senyum – bahkan tawa – yang selalu cerah menghiasi wajah-wajah itu dari kecil, sirna begitu saja. Sekarang, bahkan bukan hanya wajah-wajah tua dan dewasa yang telah kehilangan senyum manis. Wajah para remaja dan anak-anak pun telah ketularan kerutan-kerutan penuh beban itu.

Senyum pada hakikatnya adalah salah satu anugerah indah dari Tuhan Yang Maha Indah. Tuhan sengaja menganugerahkan senyum sebagai bagian dari keindahan manusia. Sayang, anugerah indah ini, tidak banyak ditemui di wajah banyak manusia. Dunia akan jauh lebih indah bila penduduknya gemar tersenyum.

Hidup dan kehidupan manusia pun akan lebih indah dan menenteramkan bila kita menemui banyak senyum di sekeliling kita. Terutama sang senyum dari wajah kita sendiri. Bukankah sangat enak bila kita menerima senyum? Dan bukankah jauh lebih enak bila kita lah yang memberi senyum?

Saudara, senyum yang sederhana, mudah dan gratis itu ternyata menyimpan banyak keajaiban. Setidaknya dari berbagai pengalaman dalam hidup saya. Yap, dalam hidup saya, saya menemui banyak keajaiban. Bentuknya macam-macam. Ada kemudahan, kesehatan, kekayaan, kebaikan, solusi dan sebagainya dari sebuah senyuman.

Sang senyum – lengkungan yang menurut Pak Gede Prama bisa meluruskan banyak hal – adalah hal yang luar biasa. Ia seperti oase di tengah gurun pasir. Ia seperti setetes air jernih dari mata air yang bisa menghilangkan dahaga. Ia seperti udara bagi yang tercekik. Ia seperti sumbangan uang bagi fakir miskin yang dirawat di rumah sakit. Ia seperti mangga muda bagi ibu muda yang sedang ngidam. Ia seperti pinjaman uang bagi yang sedang membutuhkan. Ia juga seperti semangkuk mie instan bagi pengungsi yang kelaparan.

Senyum pada hakikatnya adalah kebutuhan manusia. Siapa yang senang tersenyum membuat jiwa, perasaan, pikiran dan fisiknya terpenuhi salah satu kebutuhannya. Bila manusia tidak senang tersenyum, ada luka di jiwa, rasa dan pikirnya. Sang jiwa yang terluka membuat hidup dipenuhi kegelisahan. Sang rasa yang terluka membuat hidup tidak tenang. Sang pikir yang terluka membuat hidup penuh beban.

Aturan Senyum Tulus

Senyum tulus ada aturannya? Ya, ada. Aturan ini saya dapat dari dua orang guru saya. Pertama Pak Jamil Azzaini. Kedua, Pak Amir Tengku Ramly. Pertama sekali, saya belajar dari Pak Jamil, bahwa senyum itu harus 227. Artinya senyum baru terlihat tulus dengan menarik bibir ke kanan 2 cm, ke kiri 2 cm, pertahankan minimal selama 7 detik. Bila kurang dari 7 detik, maka senyum itu akan kehilangan ketulusannya.

Aturan ini lalu disempurnakan oleh Pak Amir. Menurut Pak Amir, senyum itu harus 127. Angka satu artinya sang senyum harus lah berasal dan bertujuan untuk menyatukan hati. Hati yang memberi dan menerima senyum. Dengan begitu, senyum itu berperan sebagai pengikat dan jembatan antara satu diri dengan diri-diri yang lain. Sedang angka 2 dan 7, maknanya sama dengan aturannya Pak Jamil.

Itulah senyum saudara…

Ia sederhana, tapi dahsyat luar biasa.

Ia kecil, tapi bermakna raksasa.

Ia mudah, tapi sangat berharga.

Karenanya,….

Tersenyum lah saudara

Nikmati keajaiban-keajaiban dalam hidup anda.

Dan…

Bagikanlah keajaiban bagi hidup sesama kita.

Published in: on October 26, 2009 at 6:39 am  Leave a Comment  

Membuat koneksi bermodemkan handphone

Untuk membuat koneksi pada PC Anda, ikuti langkah-langkah berikut:
Control Panel -> Network Connection -> create a new connection -> New Connection Wizard
1. Pilih Next.
2. Tandai option: Connect to the Internet, kemudian pilih Next.
3. Tandai option: Set up my conenction manually, kemudian pilih Next.
4. Tandai option: Connect using a dial-up modem, kemudian pilih Next.
5. Tandai option yang menyatakan jenis modem yang Anda pakai, kemudian pilih Next. Jika belum terdapat option ini, Anda harus melakukan instalasi perangkat modem terlebih dahulu.
6. Masukkan ISP name, misalnya: indosatnet.
7. Phone number diisi dengan #777.
8. Pada kolom username, isikan username account IM2 (prepaid atau postpaid) yang Anda miliki. Username haruslah diisi lengkap dengan domainnya (@indosat.net.id). Isikan kolom password dengan password account IM2, password bersifat case sensitive. Ulangi kembali mengetikkan password pada kolom Confirm password.
9. Klik Finish.
10. Untuk memulai koneksi internet, klik tombol Dial

Published in: on October 26, 2009 at 6:35 am  Leave a Comment  

Merestart Hp Orang Lain Dengan Blutooth

Bukalah Notepad kemudian ketik ” (tanda kutip) lalu tekan tombol [Tab] dan ketiklah Restart kemudian tekan tombol [Tab] lagi dan akhiri dengan ” (tanda kutip). Bingung yach? nich contohnya: ” Restart ” Ingat yach, setelah tanda kutip yang harus anda tekan adalah tombol [Tab], bukan space.

Setelah itu, simpan file tersebut dengan nama Restart.txt atau apa aja laah.. kirim file tersebut ke HP anda melalui bluetooth atau apaa aja.

Kini cobalah buka file tadi di HP anda, Copy teks yang tadi anda ketikkan.

Buka settingan Bluetooth anda, ubah namanya menjadi teks yang tadi anda copy. Tinggal paste ajah. Ups, kenapa?? namanya jadi kacau yach?? tenang ajah, itu tandanya anda berhasil.

Datangi teman anda, katakan hal-hal menarik yang bisa membuat dia terkagum-kagum. Misalnya:

“Bro, gue bisa bikin HP loe restart tanpa harus gue sentuh. Coba sekarang loe pake bluetooth loe.”

Saat teman anda mengaktifkan bluetooth nya, HP Sysmbiannya akan otomatis restart.

Atau anda bisa mengusili orang-orang di sekeliling anda yang sedang memakai Bluetooth…ha..ha..ha

Published in: on October 26, 2009 at 6:34 am  Leave a Comment  

Seperi Apa Arti Kedewasaan Sebenarnya ???

Seringkali manusia menghubungkan pertambahan usia dengan kedewasaan, meskipun memang usia tua belum tentu bisa bersikap dewasa. Hingga ada ungkapan, “Tua itu pasti, dewasa itu pilihan.” Pernah saya membaca sebuah tulisan seorang ustadz yang sering muncul di layar kaca, beliau menuliskan tentang ciri-ciri kedewasaan. Tulis beliau, dewasa adalah diam aktif, tak banyak bicara, tak banyak komentar tapi menyikapi permasalahan dengan bijaksana. Dewasa juga berarti mempunyai empati, senantiasa meluangkan jiwa untuk memikirkan dan memahami perasaan orang lain. Dewasa adalah senantiasa berhati-hati dalam berpendapat, menentukan sikap, menggunakan waktu dan membelanjakan harta . Dewasa adalah sabar, sehingga ia bisa mengendalikan jiwanya dari ledakan emosi dan menenangkan hatinya dari kemarahan tanpa guna. Dewasa adalah bertanggungjawab akan kehidupan yang ia arungi.
Semoga kedewasaan kita tidak terlambat tumbuh. Memang kita tak akan bisa seperti Imam Syafi’i yang telah menguasai berbagai macam ilmu agama saat usianya baru lima belas tahun dan ia pun telah menjadi mufti kota Makkah pada usia itu. Atau seperti Usamah bin Zaid yang memimpin ribuan pasukan, padahal usianya belum genap 20 tahun. Atau layaknya Muhammad Al Fatih yang ketika menaklukkan Konstatinopel, ibukota Romawi Timur, dalam usia 23 tahun. Kita memang tak bisa seperti mereka karena kini kita telah tua, hanya saja jangan sampai kita berputus asa karena kita masih bisa belajar dari mereka tentang kegigihan dalam menggapai cita-cita, kesabaran dalam merentas jalan ke surga dan kesungguhan dalam mewujudkan harapan.
Imam Syafi’i tidak pernah berhenti menuntut ilmu meski telah mendapat kedudukan istimewa di Makkah. Ia pergi ke Madinah untuk belajar kepada Imam Malik, ia juga ke Mesir, Kufah, Baghdad dan kota-kota lainnya. Hingga berpuluh tahun merantau demi ilmu, dia tak pernah berhenti. Dan ia pun berpesan kepada kita semua, “Bepergianlah, kamu pasti akan mendapatkan pengganti apa yang kamu tinggalkan. Berusaha keraslah, karena kenikmatan hidup ada pada kelelahan usaha keras. Aku melihat, air yang berhenti itu merusak dirinya, kalau ia mengalir pasti akan baik, kalau ia berhenti akan buruk. Dan, kalaulah singa tidak meninggalkan tempatnya ia tidak akan mendapat buruan. Demikian juga panah, kalau tidak bergerak meninggalkan busur, dia tidak akan mengenai sasaran.”
Sedang Usamah, meski dijuluki kesayangan dari putra kesayangan karena begitu dicintai Nabi Muhammad saw, ia tidak berhenti dalam berjihad, tak berhenti dalam mengharapkan kesyahidan. Usia 15 tahun ia terjun pada perang Khandaq, usia 18 tahun ia ikut serta pada perang Mu’tah dan belum genap 20 tahun ia memimpin pasukan ke Syam. Dalam jangka waktu 40 hari misinya sukses, berhasil dengan gemilang tanpa satu pun korban. Kita mungkin memang tak bisa seperti dia, tapi kita bisa meneladani tekadnya, mengambil pelajaran dari perjalanan hidupnya. Atau paling tidak bersemboyan seperti semboyannya, “Untuk kemenangan, matilah!”
Bagaimana dengan Al Fatih? Dia yang ketika berusia 10 tahun telah dipercaya untuk menjadi gubernur dan panglima perang di wilayah Amasya. Ketika usianya 14 tahun ia diminta untuk menggantikan ayahnya, Sultan Murad II, untuk memimpin negara meski hanya sementara. Dan di usia 20 tahun ia benar-benar menggantikan ayahnya yang telah mangkat. Akhirnya di usia 23 tahun ia berhasil menaklukkan Konstatinopel, ibu kota Romawi Timur. Demikianlah, ia di usia mudanya telah berhasil mewujudkan ramalan Rasulullah setelah sekian lama umat islam menanti-nantikannya. Lingkungan istana tidak membuatnya larut dalam kelenaan dan kesenangan. Kecintaannya pada ilmu membuatnya tumbuh menjadi sosok pemimpin yang mencintai agama dan jihad di jalan-Nya. Kita mungkin tak akan sempat mewujudkan mimpi-mimpi umat yang besar ini di usia yang sama dengan AL Fatih, tapi kita bisa mengambil semangat dan tekadnya yang tergambar pada jawabannya ketika ditanya oleh seorang ibu, kenapa ia mau berpayah lelah membantu pasukannya menyingkirkan salju dan batu-batu, membuat jalan. Ia berkata, “Wahai ibu, pekerjaan berat ini semuanya untuk jalan islam. Apakah anda mengira bahwa kami pantas untuk disebut mujahid jika kami tidak menanggung kesulitan ini di jalan Allah? Wahai ibu, pedang-pedang yang akan kita gunakan ini bukan untuk hiasan atau kesombongan tapi untuk berperang di jalan Allah.”
Dan ketika ia meninggal ia meninggalkan pesan pada putranya, yang salah satu penggalannya berbunyi, “Berharaplah kepada agama, sebab ia adalah rahasia kemenangan kita.”
Dewasa adalah pilihan, maka mana yang akan kita pilih? Berusaha menjadi dewasa seiring putaran masa atau bertahan dalam kekanakan dengan wajah kita yang kian menua? Semoga kita lebih memahami arti kedewasaan yang sesungguhnya.

Published in: on October 26, 2009 at 6:23 am  Leave a Comment  

Mm.. Masii gag ngerti bLog.na ?? Gmn ?? Ajarint atuu !

Published in: on October 25, 2009 at 11:54 am  Leave a Comment  

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Published in: on October 5, 2009 at 6:48 am  Comments (1)  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.